Minggu, 01 Desember 2013

BNPB SELENGGARAKAN SIMULASI SRC PB WILAYAH TIMUR

• 28 November 2013 22:54


Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyelenggarakan simulasi Satuan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (SRC-PB) Wilayah Timur di Bendung Gerak, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur pada 28 November 2013. Kegiatan ini bertema Gelar dan Simulasi Satuan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (SRC-PB) Wilayah Timur dan unsur pendukung dalam rangka kesiapan menghadapi bencana banjir di Wilayah Timur tahun 2013. 
Kepala BNPB DR. Syamsul Maarif, M.Si menuturkan sebagai negara dengan kondisi geografis, geologis, hidrologis, dan demografis yang rawan bencana dengan frekuensi cukup tinggi, Indonesia perlu terus meningkatkan kemampuan dalam penanggulangan bencana. "Penanggulangan bencana memerlukan penanganan yang sistematis, terpadu, dan terkoordinasi," tuturnya dalam sambutan kegiatan tersebut.
SRC-PB Wilayah Timur dan pendukungnya dilatih agar siap diterjunkan kapan saja dalam penanggulangan bencana. Sasaran gladi SRC-PB, yaitu:
  • Meningkatnya kemampuan koordinasi dan kerjasama SRC-PB Wilayah Timur dan pendukung dengan instansi/organisasi perangkat daerah (OPD), kementerian/lembaga (K/L), dunia usaha serta masyarakat dalam menjalankan tugas dan fungsi pada satu kesatuan komando;
  • Meningkatnya kemampuan SRC-PB Wilayah Timur dan pendukung dalam membangun/memperkuat kerjasama tim;
  • Tersedianya personil SRC-PB yang memiliki kompetensi dalam penanggulangan bencana di tingkat nasional dan internasional.
Materi gelar SRC-PB Wilayah Timur ini terdiri dari:
  • Gelar posko yang didukung komunikasi yang kuat dan media center berupa pembukaan saluran komunikasi, gelar peralatan penanggulangan bencana oleh K/L serta lintas sektor terkait;
  • Teknik operasi evakuasi melalui sungai dengan menggunakan perahu karet;
  • Operasi evakuasi melalui udara dengan menggunakan helikopter BASARNAS;
  • Teknik triase penanganan korban bencana baik korban hidup maupun meninggal;
  • Identifikasi korban meninggal oleh DVI POLRI;
  • Penanganan darurat korban bencana oleh Dinas Kesehatan (Dinkes);
  • Manajemen logistik untuk pengungsi.
Peserta kegiatan SRC-PB ini berjumlah 619 orang, berasal dari unsur TNI 191 orang, POLRI 76 orang, OPD 154 orang, Pramuka 50 orang, BNPB/BPBD 35 orang, Basarnas 15 orang, Dinas PU/PDAM empat orang, PMI delapan orang, Dinas Sosial lima orang, Dinas Kesehatan 15 orang, ditambah 90 anggota masyarakat. (Rsp)

Posko SRC-PB Wilayah Timur Ditinjau Presiden



Presiden Susilo Bambang Yudhono melakukan peninjauan kesiapan Pos Komando Satuan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana untuk kawasan timur yang ditempakan di Landasan Udara Abdulrahman Saleh, Malang pada Senin (29/3).
Kepala Biro Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana Priyadi Kardono, yang bertanggung jawab menyiapkan posko statik mengatakan, Presiden SBY dan rombongan antara lain akan meninjau Posko SRC-PB, menyaksikan gelar pasukan SRC dan demonstrasi kesiapan tanggap bencana pasukan SRC wilayah timur.
Gelar pasukan SRC akan diikuti oleh 2.650 orang yang terdiri dari berbagai unsur. Antara lain, TNI, Polri, relawan Tagana, PMI, Basarnas. Sementara untuk demostrasi, digambarkan pasukan SRC melakukan upaya tanggap darurat kejadian gempa di Manokwari. “Pasukan SRC akan mendemonstrasikan cara penyelematanan korban manusia yang tertindih bangunan,” kata Priyadi. Demo ini juga termasuk memperlihatkan kesiapsiagaan SAR udara. “Akan ada pesawat hercules yang melakukan dropping logistik dengan payung, juga demonstrasi evakuasi korban bencana dengan helikopter,” tambahnya.
Sebelum peninjauan, Kepala BNPB Dr.Syamsul Maarif terlebih dulu akan memberi penjelasan kepada Presiden SBY dan rombongan tentang apa yang telah dilakukan BNPN dan program-program ke depan.
Daerah operasi Satuan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (SRC-PB) wilayah timur meliputi Jatim hingga Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, Papua. Menurut Priyadi pembentukan dan penyiapan Posko SRC-PB bertumpu pada kekuatan sumberdaya dalam negeri. Personil SRC-PB diturunkan pada bencana bersifat ekstrem, yang tak dapat ditanggulangi pemda setempat. Satuan ini bergerak ke lapangan dalam hitungan jam.
Pembentukan SRC-PB merupakan implementasi Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana, salah satu dari 15 prioritas kerja 100 hari Kabinet Bersatu Jilid II. Tujuannya, yaitu membantu pemerintah daerah bertindak cepat tanggap darurat di daerah bencana, berupa bantuan teknis, peralatan, dan dukungan logistik.
Posko SRC-PB wilayah barat ditempatkan di Lanud Halim Perdanakusumah. Daerah operasi Posko SRC-PB wilayah barat meliputi Sumatera, Kalimantan, Jabar, dan Jateng. Pada Januari lalu, Presiden SBY telah meninjau kesiapan Posko SRC wilayah barat



 http://www.technology-indonesia.com/images/stories/sby/sby%20src3.jpg